Coconut Fruit for health benefits

Desahan Marni Cewek Jilbab

Sekslover - Desahan Marni Cewek Jilbab
Dengan kesalnya Marni menuju di ranjang gadis itu dikenal sebagai musisi berjilbab saat ini dia sedang mengalami amarah, dengan alasan banyak yang menggoda dan orang orang usil saat dia di panggung, ada eksekutif muda yang bilang “kapan buka bajunya”  dan ada juga yang mengulurkan tangannya mencoba ingin meremas susunya Marni.


Situasi seperti itu menjadi yang lumrah karena dekat pantai kuta dan semuanya menikmati hiburan yang disuguhkan, Marni masih ingat dengan nada tertawa orang yang mau memegang susunya dan dia bergegas keluar dari café tersebut dan dia menuju ke kamar mandi hanya dengan mengenakan celana dalam.

Namun niatnya terhenti ketika ia mendengar ketukan dipintu.keras dan mengelegar. emosi kembali terpancing. bergegas Marni melangkah ke pintu, namun urung, entah kenapa ia menarik keluar dari tasnya sebuah jubah panjang berwarna biru muda, lalu dengan cekatan tangannya memasang jilbab. masih sangat lancar.

Marni belum melupakan semua kebiasaan itu. lalu dengan cepat membuka pintu, namun sebelum sempat melontarkan kata-kata amarahnya, satu pukulan keras menghantam pelipisnya. mata Marni langsung terasa gelap, dan terhuyung-huyung. ia merasakan seseorang mendorong tubuhnya dengan kuat hingga ia terbanting dan jatuh ke lantai.

Samar terdengar suara pintu dikunci. lalu gelap.tak tahu berapa lama ia pingsan, yg jelas ketika Marni tersadar ia berada disebuah ruangan yg asing. perlahan Marni mencoba memeriksa keadaan tubuhnya, ternyata ia masih mengenakan jilbab dan berpakaian lengkap.

Sedikit rasa lega muncul. namun Marni terpekik kaget, ketika dirasakannya tiba-tiba seorang memeluknya dari belakang. Marni yg masih mengenakan jilbab lebar ini menjadi sangat kaget ketika menyadari yang memeluknya adalah lelaki di cafe yg tadi ditamparnya.

Marni meronta dari dekapan laki-laki itu namun tiba-tiba sebilah belati telah menempel di pipinya, membuat Marni terdiam tak berkutik.laki-laki itu, Indra, mendekatkan mulutnya ke telinga Marni yang tertutup jilbab lebar.

“Maaf, Mbak Marni. Mbak begitu cantik dan menggairahkan, aku harap Mbak jangan melawan atau berteriak atau belati ini akanmerusak wajah ayu yang cantik ini”. desis Indra lembut, namun membuat Marni gemetar tak berkutik.

Kilatan belati yg terpantul ke wajahnya membuat wajah Marni pucat pasi. Seumur hidupnya, baru kali ini Marni melihat pisau belati yg berkilat-kilat begitu dekat, kesannya seolah sangat tajam itu sehingga membuatnya semakin lemas ketakutan.

Wajahnya pucat pasi oleh ketakutan yang menyerangnya.tiba-tiba tubuh Marni mengejang ketika dia merasakan, tangan Indra menyusup ke balik jilbab lebarnya,meremas-remas lembut kedua payudaranya yang tertutup jubah dan bra, lalu turun ke arah selangkangannya, meremas-remas kemaluannya dari luar jubah yang dipakainya.

“Jangaan.. aku mohon jangan mas.. aku minta maaf ” rintih Marni ketakutan. Namun laki-laki ini tak perduli, kedua tangannya kini bernafsu meremas-remas buah dada serta selangkangan musisi muda itu.

Marni menggeliat-geliat akibat remasan laki-laki yang menjarah tubuhnya dalam posisi membelakangi laki-laki itu.

“Jangaan.. mas .. euh … saya minta .. emmph.. maaf… tolong .. saya pulang..” pintanya masih dengan wajah ketakutan.

Namun tak disadarinya kata-kata mengalir tak lancar, terputus-putus, tanpa disadarinya vaginanya mulai basah oleh cairan. Indra merasakannya, ia tertawa pelan sebelum kemudian berlutut di belakang Marni.

Marni menggigil, tubuhnya tak sadar tersentak, ketika kemudian merasakan tangan lelaki itu merogoh lewat bagian bawah jubahnya, lalu menarik turun celana dalamnya.

Tubuh Marni gemetar oleh rasa malu dan takut ketika tanpa diduganya, Indra menyingkap bagian bawah jubah birunya ke atas sampai ke pinggang. tak tertahan Marni terpekik dengan wajah yang merah padamketika menyadari bagian bawah tubuhnya kini telanjang.

Indra justru merasa takjub melihat dirigent orkestra T&T itu dalam keadaan telanjang bagian bawah tubuhnya. Sungguh, Indra tidak pernah menyangka kalau sore ini akan melihat kemulusan tubuh Marni yang dulu sering dilihatnya dalam keadaan berpakaian rapat ketika memimipin pagelaran atau konser musik.

Pertama kali Indra melihat Marni subiakto di televisi, ia memang sudah tergetar dengan kecantikan wajah wanita berkulit putih ini walaupun sebenarnya Indra sudah beristri, tapi apabila dibandingkan dengan daya tarik Marni yg berjilbab, yg membuat Indra membayangkan bermacam hal karena tak bisa menduga bentuk tubuh Marni, istrinya yg biasa tampil berbaju ketat sexy dan terbuka itu tidak ada apa-apanya.

Namun saat itu kesan alim yg timbul dari Marni yg selalu berpakaian rapat tertutup dengan jilbab yang lebar membuatnya merasa segan dan bersalah, rasanya malu sendiri. Tetapi sejak Marni melepas jilbabnya dan tampil sexy Indra semakin terpikat dengan kecantikannya, dan semakin tak mampu membendung gairah sexualnya pada Marni.

Maklum saja selama ini memang Indra selalu melihat Marni dalam keadaan memakai pakaian jubah panjang dan jilbab yang lebar, namun Indra dapat membayangkan kesintalan tubuh Marni melalui tonjolan kemontokan buah dadanya dan kemontokan pantatnya yang sesekali terlihat selintas pada pakaiannya yg berjilbab lebar.

Indra tidak menyangka kalau bagian tubuh Marni subiakto yang selama ini tersembunyi, kini akan dapat dinikmatinya.Muka Marni semakin merah padam ketika diliriknya, mata Indra masih melotot melihatnya yang setengah telanjang.

Celana dalamnya memang kini teronggok di bawah kakinya setelah ditarik turun oleh Indra, sehingga Marni terbuka setengah tubuhnya ke bawah. Bentuk pinggul dan pantat Marni yang sintal ini sangat jelas terlihat oleh Indra.

Belahan pantat Marni yang telanjang terlihat sangat bulat, padat serta putih mulus tak bercacat membuat birahi laki-laki yang telah menggelegak sedari tadi kian menggelegak.Diantara belahan pantat Marni terlihat belahan bibir kemaluan berwarna kemerahan, sangat menggiurkan.

“Marni..Kakimu direnggangkan. Aku ingin melihat vaginamu…”desis Indra sambil jongkok menahan birahinya melihat bagian kehormatan Marni yg saat itu masih mengenakan jilbab lebar yg sebenarnya tak lagi disukainya itu.

Marni mencoba menolak, namun Indra meraih belati lalu menggerak-gerakkan sehingga kilaunya terpantul ke wajah Marni, membuat keberanian gadis itu luntur kembali.Marni menyerah, ia merenggangkan kakinya.

Dari bawah, lelaki itu menyaksikan pemandangan indah menakjubkan. Dipangkal paha Marni rambut kemaluannya tak dicukur habis, meskitak lebat, namun terlihat rapi. Indra kagum melihat kemaluan Marni yang begitu montok dan indah, beda sekali dengan kemaluan istrinya.

Yang sudah kendur karena dihajar penis Indra berkali-kali dan sudah melahirkan 3 anak. memang penis Indra tergolong abnormal, bahkan mungkin tergolong sebagai cacat sebenarnya, terlalu besar. hampir 30 cm panjangnya, dengan diameter yg cukup besar.

Mulut istrinya bahkan tidak mampu mengulum penis Indra. namun bagi Indra ini adalah cacat yg menyenangkan ia sangat menyukai mendengar dan menyaksikan gadis-gadis yg diperkosanya menjerit kesakitan, ketika ia meng’hajar’ mereka.“Jangaan..mas, aku muhon … “ pinta Marni dengan suara bergetar menahan tangis, ketika ia merasakan tangan Indra meremas-remas bongkahan pantatnya yang telanjang.

Namun Indra seolah tak mendengarnya justru tangan itu semakin bersemangat, kemudian lelaki itu menguakkan bongkahan pantat Marni lantasmendekatkan wajahnya menciumi pantat mulus yang montok itu.

Marni menggeliat, terlebih ketika lidah Indra mulai menyentuh anusnya. Marni tersentak, tubuhnya terkejat-kejat diluar kehendaknya, tak sadar mulutnya mulai merintih. Marni mengejang ketika ia merasakan lidah lelaki itu menyusuri belahan pantatnya, lantas menyusuri celah di pangkal pahanya.

Dengan bernafsu Indra menguakkan bibir kemaluan Marni yang berwarna merah jambu dan lembab.Tubuh Dirigent Orkestra T&T itu mengejang hebat saat lidah Indra menyeruak ke liang vaginanya.

Tubuhnya semakin bergetar ketika lidah itu menyapu klitorisnya. Semakin lama Marni kian tak kuasa menahan erangannya. terlebih ketika bibir lelaki itu mengatup dan menyedot-nyedot klitorisnya,dan menit-menit selanjutnya Marni semakin larut oleh birahi ketika Indra seakan mengunyah-ngunyah kemaluannya.

Seumur hidupnya, Marni belum pernah diperlakukan seperti itu.“Hmmm…, enakkan , Marni ….” kata Indra sambil berdiri setelah puas menyantap kemaluan Marni ,walaupun begitu tangan kirinya terus bermain di vagina Marni.

“Aihhhh…eungghhhh….” Marni mengerang dengan mata terpejam. Namun mata itu membelalak ketika beberapa saat kemudian sesuatu yang besar,panjang dan panas mulai menusuk kemaluannya melalui belakang.

Tubuh Marni yg setengah telanjang, namun masih mengenakan jilbab ini mengejang ketika menyadari kemaluannya tengah dimasuki penis Indra namun ketakutan dan gairah yg sudah menguasainya membuat Marni hanya bisa pasrah.

Tapi sekejap kemudian Marni merasakan batang penis Indra yang besar dan panjang, menyeruak memaksa bibir vagina Tia terkuak lebih lebar, rasa sakit seketika membuatnya menjerit kesakitan.

“Ahhhhhhhh, aduuuuuuuuuh .. sakit. Adaaauoooww. ” Marni menjerit-jerit menahan sakit ketika penis yg sangat besar menyodok masuk dan akhirnya bersarang diliang kemaluannya begitu dalam.Tubuh Marni hanya mampu menggelinjang ketika Indra mulai menggerakan penis dalam jepitan kemaluan tia yg terasa sangat ketat akibat besarnya penis Indra, Tia menjerit-jerit tak mampu menahan sakit.

“Aduuuuuh, ampun … aduh sakit. Tolong .. Tolong” Marni mencoba berontak dengan sia-sia, teriakan minta tolongnya menggema dalam ruangan itu. Namun Indra tidak perduli, dengan kuat ia terus mengerakkan tubuhnya, menyodokkan penisnya sedalam mungkin. akhirnya Marni hanya bisa mengerang lemah.

Air mata nya bercucuran, bahkan air liur menetes dari mulutnya akibat teriakan yg tak hentinya dijeritkan Marni tadi. cairan vaginanya perlahan mulai membuat penis itu bergerak lebih mulus.

“Mmmfff…enak kan Marni? ngentot tanpa melepas baju….nnghhh…” kata Indra di belakangnya sambil menggerakkan pinggangnya maju mundur dengan napas erengah-engah. Marni dapat merasakan penis Indra, yang kini tengah menusuk-nusuk liang kemaluannya itu, jauh lebih besar dan panjang dibanding penis mantan suaminya.

Tanpa bisa dicegah perasaan padat dan sesak dalam vaginanya membuat Marn bergairah.Tangan kiri Indra membekap pangkal paha Marni, lalu mulai menekankan pinggul musisi muda itu kebelakang, dengan keras, membuat ia tanpa sadar menggigit bibirnya.

Marni tak kuasa menahan sensasi yang menekan dari dasar kesadarannya. ia mulai mendesah liar, apalagi tangan kanan lelaki itu kini menyusup ke dalam jubahnya, lalu merobek bra Marni sampai putus, kemudian meremas dan memilin-milin puting susunya yang sekarang menonjol.

“Ayo Marni….ahhhh…jangan bohongi dirimu, sendiri.”Indra terus memaju mundurkan penisnya yang terjepit vagina wanita muda itu.Marni menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba melawan terpaan kenikmatan di tengah tekanan rasa sakit dan malu.

Tapi ia tak mampu.Marni mendesah dan mengerang, bahkan tanpa sadar mulai mengenjotkan tubuhnya mengayun maju mundur dengan kuat. Marni bergerak dengan liar, lalu tubuh menggelinjang dan bergetar hebat, sampai tersentak-sentak, dan dalam waktu beberapa menit kemudian Marni menjerit sangat keras saat ia meraih puncak kenikmatan, hingga suaranya menggema memenuhi ruangan. tubuhnya melengkung seperti busur.

Lalu Marni langsung lunglai, tapi Indra selangkah lagi sampai ke puncak. ia terus mengaduk vagina Marni subiakto yg terkulai lemah dengan kecepatan penuh. Lalu, dengan geraman panjang, ia menusukkan penisnya sejauh mungkin ke dalam kemaluan wanita muda itu.

Kedua tangannya mencengkeram payudara Marni yang padat dan montok dengan kuat. Marni yang masih dibuai gelombang kenikmatan, kembali merasakan sensasi aneh saat bagian dalam vaginanya disembur cairan hangat mani dari penis Indra, yg terasa banyak membanjiri liang vaginanya.

Marni kembali merintih, mirip suara anak kucing, saat perlahan Indra menarik keluar penisnya yang belumuran mani lalu membalikkan Marni, dan meletakkan penisnya di depan mulut Marni. Marni tak sadar menyedot dan menghisap cairan itu.

mencoba mengulum batang penis yg sangat besar itu. Indra terkejut ketika Marni mampu membuka mulutnya cukup besar sehingga kepala penis Indra masuk dalam mulutnya. namun ketika gelombang kenikmatan itu berlalu, kesadaran kembali memenuhi ruang pikiran wanita muda itu.

Dengan kuat Marni mendorong penis Indra keluar dari mulutnya. wajah Marni dan jilbabnya berlumuran mani. Marni terisak dengan tangan bertumpu pada meja disisinya.“Sudah, Marni nggak usah nangis! toh Marni ikut menikmati juga, jangan ceritakan pada siapa-siapa kalau mau selamat !!” kata Indra dengan tekanan keras sambil membenahi celanannya.

Marni tersentak ketika melihat Indra lalu meraih sebuah handicam, senyum laki-laki itu terlihat mengerikan.namun keterjutannya tak terhenti sampai disitu, ketika ia menyadari ada begitu banyak kamera film, layaknya sebuah studio produksi film, dan ada sekitar duapuluhan lelaki yang saat ini merapikan peralatan itu.

Air mata Marni menetes, jadi sedari tadi ia ditonton oleh begitu banyak orang. Marni terduduk lemas.lalu kata-kata Indra berikutnya membuatnya tersentak.

”kalau kamu tidak ingin film ini kami sebarkan, kamu harus selau menuruti perintah kami.

”tawanya menggema dalam ruangan itu. Marni terdiam, ia sudah bisa membayangkan bahwa ia akan menjadi objek pelampiasan nafsu Indra dan teman-temannya.dengan ketakutan ia melihat beberapa laki-laki mendekat.

Marni mendengar Indra berkata ..” nah, sekarang kita buat episode yg lain.”Marni menjerit ketakutan ketika ia mengetahui apa yg akan mereka lakukan.tawa mereka terdengar mengerikan.

Lalu beberapa orang mulai melucuti pakaian dan jilbabnya.Indra melangkah keluar, ia akan menghubungi beberapa temannya. ini peluang bisnis, pasti banyak yg mau membayar untuk menyetubuhi Marni subiakto.

Dari pintu yg perlahan menutup teriakan dan jerit ketakutan Marni terdengar. tadi Indra sengaja tidak mengatakan bahwa adegan selanjutnya akan dilakukan beramai-ramai sekaligus dengan tujuh orang lelaki yang akan memperkosa Marni secara brutal.

Teriakan Marni terputus ketika pintu menutup, membuat ruangan itu kedap suara.Indra melangkah, cahaya matahari bali membanjiri lorong yg berhiaskan jendela-jendela kaca besar, dikejauhan terdengan suara ombak.

TAMAT

Subscribe to receive free email updates: